Petugas Keamanan Kereta Api Vs Duit Haram

Posted by Unknown | Selasa, 25 Juni 2013 | Posted in ,

Saya berangkat dari Jogja sekitar pukul 15.30, dan tiba di Stasiun Senen – Jakarta sekitar pukul 01.13 dini hari. Dari Stasiun Senen tujuan yang selanjutnya adalah Stasiun Kota. Karena setahu saya kereta dari Stasiun Kota ada yang langsung ke Stasiun Rangkasbitung (sebelum ada perubahan). Untuk itu saya rela menunggu hingga pukul 03.00 pagi, supaya bisa ke stasiun kota.

Setiba disana, saya tanya ke petugas. Ternyata kata petugas nya, kereta yang ke Stasiun Rangkas sudah tidak ada. “ begini saja, Mas transit dulu ke stasiun Kp. Bandan, nah setelah itu terus naik lagi yang ke St. Tanah Abang. ..” kata petugasnya. Saya tanya lagi, ke tanah abang naik dijalur mana? “Kalau mau ke tanah abang, nanti Mas naik kerta bolak balik yang di jalur sepuluh. nanti untuk berangkatnya sekitar pukul 05.30....”

Saya tanya lagi, untuk loker tiketnya dimana Pak? “Tiketnya belum buka, Mas.. gak apa-apa Masnya naik aja, masih pagi soalnya...” Petugas itu sambil meninggalkan saya. Saya pun terpaksa menunggu di stasiun kota hingga pukul 05.30 pagi...

Saya ikuti betul apa yang disampaikan petugas tadi. Eh, setibanya di Stasiun Tanah Abang ada dua petugas yang pagi-pagi sudah “mencari duit haram” gara-garanya saya tidak beli tiket dari stasiun Kp. Bandan makanya saya dijadikan sasaran empuk di pagi buta waktu itu.

Waktu itu, ketika diintrogasi, saya diajak ke tempat sepi (dibalik papan pengumuman yang terlihat dari luar hanya kaki saja) Karena saya sudah tahu ide busuknya mereka, saya pun menolak. Saya tahu nanti saya disuruh membayar denda, tetapi uangnya nanti akan masuk ke kantong mereka sendiri.

Karena ide mereka tidak berhasil, mereka pun marah. Barang saya sudah dibawa dan dipegang oleh mereka… Mereka tetap bersikukuh mau menggiring saya ke tempat sepi. Sekeras dan sebisanya, saya pun menolaknya. Saya tetap berdiri di tempat semula, saya bilang ke mereka sudah disini saja, kalau mau ditindak. Mereka tetap tidak mau. Akhirnya saya menantang mereka untuk ke kantor saja… Dengan kecewa mereka pun membawa saya ke kantor.

Tadinya saya mau melaporkan tindakan mereka ke kepala Stasiun Tanah Abang. Tapi karena saya juga buru-buru, saya bilang ke mereka. “Pak, saya sudah siap didenda berapapun besarnya denda itu...  tetapi saya tidak terima dengan perlakuan bapak tadi… Saya sudah paham, tahu dan ngerti apa yang akan bapak lakukan ke saya tadi di luar. Saya diajak ke tempat yang sepi tadi, saya sudah tahu maksudnya makanya saya berontak.

Sebetulnya saya bisa saja melaorkan tindakan bapak tadi ke atasan bapak langsung. Saya sudah siap didenda kok... kalau bapak bagaimana? sudah siap saya laporkan ke atasan bapak??? Kalau gak siap kita selesaikan secara kekeluargaan saja… bapak enak, saya juga enak….

Beberapa menit kemudian (setelah mikir2 dulu kayaknya)… “Sudah kamu beli tiket saja dari stasiun yang tadi kamu lewatin…” kata bapak petugas tadi…

“Ini petugas.. pagi-pagi sudah cari duit haram… dasar negara Indonesia.... Indonesia....” celetuk saya dalam hati sambil ngeloyor.

Antara Gengsi dan Prinsip

Posted by Unknown | | Posted in , , ,

Kemarin ketika hendak berangkat ke Jogja saya memilih jalan kaki (karena jarak dari rumah ke jalan raya tidak terlalu jauh). Ini sidah kebiasaan dan jadi kesukaan saya. Dengan berjalan kaki justru lebih sehat, lebih damai, lebih sejahtera dan terkesan menjadi orag yang biasa.

Jika kita bandingkan dengan jaman sekarang, apakah masih ada orang yang bisa demikian? Hanya usia sekolah dasar (SD) saja yang berani dan mau jalan kaki. Sudah gede sedikit (sudah SLTP) pasti ia merasa malu.

Jika mau kemana-mana minimal harus naik motor, ada pun mereka berani jalan kaki ketika hendak berangkat ke sekolah saja, itu pun bareng dengan yang lain. Kalau hari-hari biasa, apa mungkin mereka berani jalan-jalan? Survei membuktikan.... pasti tidak ada yang berani. Inilah kenyataan yang saya temukan di lingkungan saya sendiri. Untuk itu, kenapa saya lebih senang dengan berjalan kaki, tujuannya adalah untuk melatih mental dan terbiasa hidup sederhana.

Gengsi dalam KBBI (kamus besar bahasa indonesia) itu diartikan dengan kehormatan, harga diri dan keormatan. Orang - orang saat ini lebih besar gengsinya ketimbang kemauannya. Kemauannya sendiri terkalahkan dengan rasa gengsi yang ada dalam dirinya. Padahal gengsi itu hanya perasaan diri sediri dan orang lain belum tentu berpikir sama dengan yang kita pikirkan.

Gengsi itu jika tidak dilawan, maka selamanya akan mempengaruhi diri kita. Dengan cara apa melawan rasa gengsi itu? Kuncinya hanya satu yaitu dengan prinsip. Ingat, setiap kita memiliki prinsip hidup dan tidak selalu sama dengan yang lainnya. Buang jauh rasa malu yang tidak beralasan, rasa minder yang tidak jelas dan rasa lain yang ada dalam diri kita, karena pada dasarnya itu hanyalah angapan kita sendiri.

Jika kita ingin berhasi, maka kesampingkanlah sifat gengsi itu, bahkan jika perlu buang jauh-jauh dalam diri kita. Kita jalan kaki dari rumah ketempat tujuan, jangan takut dianggap miskin, dan sebaginya... masabodoh saja lah. Biarkan anggapan orang lain, biarkan penilaian orang lain terhadap kita, apapun itu kita terima saja. Tetapi ingat jangan sekalipun kita mengoreksi penilaian orang lain terhadap diri kita, biarkan saja dan tetap diam (jangan diladeni).

Itulah prinsip hidup saya. “Gengsi, apa itu??... Gak ada tuh dalam catatan hidup saya....” bagaimana? Anda berani seperti saya??? []

Semoga bermanfaat. 

Redaksi

Posted by Unknown | Senin, 01 April 2013 | Posted in , , , , , , , , , , ,

TIM PENGELOLA WEBSITE
TUNJUNG TEJA NEWS
---------------------------------------------------------------
Penanggungjawab
........

Pimpinan Umum 
.......

Pemimpin Redaksi
 .......

Wakil Pemimpin Redaksi
.......

Keuangan
Mira

Sekretaris
Hazmah

Dewan Redaksi
........
........

Web Maintenance
Hamzatul

Humas
......

Reporter
#tekno : ..... #sastra : Lia Meilani #berita : ...... #kuliner : ....... #wisata ; .... #pendidikan : ..... #anak : ...... #gaya hidup : ..... #politik dan negara : ...... #keluarga : ..... #remaja : .... #kesehatan :....... #entertaiment : ....... #science : ..... #islam : .... #olah raga :.... #ekonomi dan bisnis : .... #Umum : Amir


Editor 
Mas Aha
..........


Alamat Redaksi
Jl. Tunjung Teja - Warunggunung Pertigaan
Kec. Tunjung Teja Kab. Serang Prop. Banten 42174
Phone : ........ fax :
E-mail : redaksi.tunjungtejanews@gmail.com

_________________
Bagi anda yang ingn bergabung, silakan tentukan pilihannya ingin dibidang yang mana. Khusus untuk divisi reporter, nanti ada pembagian masing-masing job (tapi masih dalam konfirmasi). Silakan kirim melalui email atau komentar langsung di bawah ini.

Bagi yang belum memiliki akun blog, kamu bisa mengunakan pilihan Anonymous di kotak pilihan.
Format > NAMA > EMAIL > NO HP> PILIHAN > MOTIVASI